SEJARAH

RSUD Kota Depok yang dibangun pada tahun 2004 di atas lahan seluas 29.378 m2 dan mulai beroperasi sebagai rumah sakit kelas C pada tanggal 17 April 2008.

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok merupakan satu-satunya rumah sakit milik pemerintah yang ada di Kota Depok. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor429/Menkes/Sk/V/2008 tanggal 2 Mei 2008 tentang penetapan kelas RSUD Kota Depok dan Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Nomor503/SK.11968-Yankes/2007 tentang izin sementara menyelenggarakan Rumah Sakit Kepada Pemerintah Kota Depok, maka RSUD Kota Depok mulai beroperasi sebagai rumah sakit kelas C pada tanggal 17 April 2008.

Pada awal operasional RSUD Kota Depok merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan Pemerintah Daerah Kota Depok dan pada 31 Desember 2009 berdasarkan Peraturan Daerah Nomor : 8 tahun 2008 RSUD Kota Depok telah berdiri sendiri menjadi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Depok. Pada tahun 2011, berdasarkan Keputusan Walikota Depok Nomor 903/454/Kpts/Bapp/Huk/2011, Peraturan Walikota Depok Nomor 46 Tahun 2011, Peraturan Walikota Depok Nomor 47 Tahun 2011 dan Peraturan Walikota Depok Nomor 48 Tahun 2011, RSUD Kota Depok ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah. Hal ini berarti RSUD Kota Depok berhak atas pengelolaan keuangan dan pegawainya.

Saat ini kapasitas tempat tidur (TT) RSUD Kota Depok berjumlah 71 tempat tidur yang terdiri dari 54 tempat tidur perawatan kelas III, 4 tempat tidur perawatan kelas II, 9 tempat tidur perawatan perina, dan 4 tempat tidur perawatan isolasi.

Seiring dengan meningkatnya jumlah pasien dengan spesialistiknya,maka tahun 2014 kapasitas tempat tidur yang dimiliki oleh RSUD Kota Depok tersebut kini telah dimanfaatkan secara maksimal.

Sedangkan untuk rawat jalan, RSUD memiliki 12 klinik spesialis yang terdiri dari penyakit dalam, anak, kebidanan dan kandungan, psikiatri, saraf, anestesi, mata, THT, paru, gigi dan bedah mulut, serta radiologi.