Capaian Indikator Mutu Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok Tahun 2016

Indikator Mutu Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok Tahun 2015 meliputi :

  1. Asesmen Pasien: Pasien Infark Miokard Akut yang mendapatkan Aspirin dalam waktu 24 jam pertama di rumah sakit
Menurut Pedoman Tatalaksana Sindrom Koroner Akut tahun 2015 yang diterbitkan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), yang dimaksud dengan terapi awal adalah terapi yang diberikan pada pasien dengan diagnosis kerja Kemungkinan SKA atau SKA atas dasar keluhan angina di ruang gawat darurat, sebelum ada hasil pemeriksaan EKG dan/atau marka jantung. Terapi awal yang dimaksud adalah Morfin, Oksigen, Nitrat, Aspirin (disingkat MONA), yang tidak harus diberikan semua atau bersamaan. RSUD Kota Depok telah menetapkan bahwa pemberian aspirin untuk pasien infark miokard akut harus mendapatkan aspirin dalam waktu 24 jam pertama di rumah sakit. Hal ini telah dilaksanakan sesuai pencatatan dan pelaporan capaian indikator asesmen pasien di Instalasi Gawat Darurat sepanjang tahun 2016 yang sesuai standar.

Gambar 1. Capaian Indikator Asesmen Pasien 2016

  1. Pelayanan Radiologi dan Diagnostic Imaging: Angka Kesalahan Penyampaian Hasil Foto Radiologi
Hasil pemeriksaan foto radiologi harus memperhatikan identitas pasien untuk menghindari kejadian kesalahan identifikasi.Sepanjang tahun 2016, tidak ada kejadian kesalahan penyampaian hasil radiologi.

Gambar 2. Angka Kesalahan Penyampaian Hasil  Foto Radiologi

  1. Penggunaan Anestesi dan Sedasi: Pengkajian pre-anasthesi dilaksanakan untuk pasien pra-operasi elektif dengan anesthesi umum
Setiap pasien yang akan menjalani operasi elektif akan melalui tahap pemeriksaan oleh dokter anestesi. Hal ini merupakan prosedur standar untuk menilai kondisi pasien sebelum tindakan anestesi.

Gambar 3. Pengkajian Pre-Anasthesi Dilaksanakan Untuk Pasien Pra-Operasi Elektif Dengan Anesthesi Umum

  1. Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai: Pelabelan obat elektrolit pekat di lemari high alert di Instalasi Rawat Inap
Obat-obat high alert termasuk obat elektrolit pekat harus diberikan label khusus agar tidak terjadi insiden tertukarnya obat atau salah pengambilan obat. Seluruh obat elektrolit pekan sudah 100% dilabel dengan baik oleh pihak farmasi selama periode Januari hingga Desember 2016.

Gambar 4. Pelabelan Obat High Alert di Instalasi Rawat Inap

  1. Kesalahan Medikasi dan Kejadian Nyaris Cedera: Kesalahan pemberian obat kepada pasien
Kesalahan pemberian obat merupakan salah satu kesalahan medis yang paling umum terjadi dan menyebabkan morbiditas yang signifikan dalam beberapa kasus kematian pasien. Sepanjang tahun 2016, tidak ditemukan adanya kesalahan pemberian obat kepada pasien di RSUD Kota Depok.

Gambar 3.6 Kesalahan pemberian obat pada pasien rawat inap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *